Begitu ajaibnya kalimat Allah SWT ini, saat kita bersedih,
saat marah, saat bahagia selalu ingatlah Allah SWT dengan beristighfar. Allah
menciptakan emosi dan Allah juga lah yang memfasilitasi alat canggih pengelola
emosi. :’) Ada satu pengalaman dari seorang akhwat, saat ia menemukan
pengelolaan emosi melalui istighfar.
Menurut keterangan dari saudari kita ini
saat ia berada dalam kondisi emosi yang sedang tidak stabil maka ia akan banyak
beristighfar.
Dari pertama beristighfar sudah akan dirasakan perubahan di
seluruh tubuh, semakin banyak istighfar yang kita ucapkan semakin terasa pula
perubahan di setiap bagian-bagian tubuh kita.
Seperti ada energi lain yang
sangat menenangkan dan merubah energi yang tadinya mungkin bersifat negatif.
Dan pasti semakin lama kita akan meneteskan air mata dan setelah itu
benar-benar hati kita akan merasa nyaman dan damai.
Subhanallah,, Allah SWT benar-benar sangat mendetail dalam
setiap hal yang diciptakan Nya.
“Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa, dan
gembira ria. Banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi
oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.” (QS Abasa:
38-42)
Dalam ayat tersebut secara jelas Allah menggambarkan emosi
bahagia manusia yaitu muka yang berseri-seri, tertawa, dan bergembira ria.
Sedangkan Allah SWT juga menggambarkan emosi lain yaitu muka yang tertutup debu
dan ditambah dengan kegelapan (cemberut, sedih, takut, dll).
Nah lalu apa yang harus kita lakukan dengan anugerah Allah
SWT berupa emosi ini? Tentunya sebagai manusia biasa kita masih banyak
kekurangan dan salah, sering sekali kita terbawa terlalu emosional dalam
menyikapi suatu hal. Mungkin saat marah kita akan marahhh sekali dan saat
bahagia kita akan bahagiaaa sekali. Betapapun penting emosi, namun sangat tidak
bijak jika kita terlalu membiarkan emosi kita berkembang sangat
berlebih-lebihan.
Namun berulang kali kita harus selalu bersyukur kepada Allah
SWT yang telah memberi kita 1 kalimat ajaib pengelola emosi, hayyo apa? Tentunya
antum sudah tau, yaitu kalimat Istighfar “Astaghfirullah...”.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu
Daud, An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata,
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada
Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan
untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang
halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.” (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak,
4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh (Hamisy Al-Musnad, 4/55)
Sumber : fb. Yusuf mansyur

0 komentar:
Posting Komentar